It Just a Dream ? I Don’t Wanna Get Up !



It Just a Dream ? I Don’t Wanna Get Up !
Created By : Agung Kurniawan Eka Saputra
"Apabila ini hanya sebuah mimpi ku selalu berharap dan tak pernah terbangun."

             Its only the begining
Pagi menyapaku penuh dengan angin dingin yang seraya ingin menusuk tulang ku . Membuatku terbaring lemah tanpa tujuan di tempat ini . Inginku pergi menghindar dari semua keadaanku tapi inilah yang ada . Semua sudah terjadi dan aku tidak mungkin menghindar karena aku bukanlah seorang pengecut .
                Terbangun dari mimpi indah . Tak ingin aku bangun lagi dari mimpi itu kembali ke dunia ini yang penuh dengan kepalsuan . Aku ingin abadi di dalam sana . Kamu menjadi milikku selamanya. Tapi itu hanya mimpi dan aku tetap harus menjalani hidupku di dunia nyata .
                “Hoaamm”
                “Jam Berapa ini ?” Ku lihat jam di
sebelah tempat ku tidur dan sudah menunjukan tepat pukul 05.00 . Saatnya mandi dan mempersiapkan apa yang akan aku bawa ke sekolah . Pagi ini tidak ada yang berbeda sama seperti pagi yang kemarin. Tidak ada ucapan selamat pagi untukku dari seseorang yang aku tunggu. Ini kah kenyataaan yang harus aku jalani. Ku terpisah dengan orang yang aku sayang. Jam sekarang menunjukkan pukul 06.00 dan aku sudah siap untuk berangkat . Menyusuri jalanan kota tempatku tinggal semakin membuatku ingat tentang dia yang sering kali memintaku untuk mengantarnya melihat – lihat kotaku ini . Tak terasa aku sudah sampai di depan gerbang SMK ku . Ku pandangi sejenak . “setidaknya sekolah ini masih mau menerimaku” gumamku sendiri dalam hati .
                Bel pun berbunyi tanda masuk sekolah dan pelajaran akan dimulai . Pelajaran terasa membosankan. Dengan Handphone yang dari pagi tidak ada ucapan atau apapun dari orang yang aku sayang. Terasa begitu lama pelajaran ini membuatku mengantuk dan terlelap dalam bayang mimpi ini. Perlahan – lahan bayangan dia kembali muncul dalam mimpiku. Ingin sekali aku peluk dia. Begitu rindunya aku pada bayangnya yang selalu menghantui ku di setiap malam.
                Dukk..”aduh “
                “apa – apaan sih ?jangan ganggu deh”
                “ehm ..ehm” ternyata itu ibu guru yang sedang mengajar di kelasku. Aku hanya bisa melihat nya tanpa memperdulikan perkataanya.
                “sana cuci mukamu dulu  !” perintahnya dengan wajah yang terlihat sangar. Tanpa sepatah kata pun aku berdiri dari tempatku duduk . Mengarahkan langkahku menuju wastafel untuk mencuci muka . Kupandangi wajahku di cermin . Seakan ada bayang satu lagi menyapu noda yang ada di wajahku dengan tisu nya . Aku jelas tau itu siapa . Ya itu dia “orang yang aku sayang” . Ternyata kamu memang selalu memperhatikanku. Aku yang tidak pernah sadar kamu memang yang terbaik. “semua sudah berakhir” pikirku . Kembali aku menuju kelasku dengan wajah kusut. Setelah aku tidak bersama dia semua terasa berubah. Aku mencoba untuk bangkit. Mencari penggantimu menemukan sosok lain seperti dirimu dalam diri orang lain .

                Part II the Begining
Waktu pun berjalan. Meninggalkan masa lalu di belakang dan menyambut masa depan yang sudah ada di depan . Cinta yang dahulu perlahan mulai tergantikan dengan sosok yang lain . Tidak akan ada yang sama sepertimu . Kamu itu kamu dan dia itu dia . Seorang wanita yang menggantikanmu ketika kamu tidak bisa lagi menjadi pendampingku . Kelas demi kelas berlalu kini aku menjadi seorang lelaki tangguh yang mengalah demi indahnya cinta. Kelas 1 sudah terlewat tapi kenangan di sana masih tersusun rapi dalam almari memori hidupku. Kenangan bersamamu di kelas 1 pun ikut tertata rapi di almari itu. Itu semua adalah kenangan , pelajaran dalam hidupku . Di awal aku memasuki bangku kelas 2 di SMK ini semua nampak sama. Hidupku,cintaku dan semuanya tidak ada yang berbeda . Pelajaran seperti biasa di mulai tepat pukul 06.45.
“Kapan semua bisa berubah” gumamku sendiri di keheningan pagi. Pelajaran telah dimulai. Semua pikiranku tidak bisa kembali ke pelajaran. Semua tertuju kepadamu pemegang hati. Ingin aku mendekapmu erat agar kamu tidak pernah pergi. Namun itu semua hanya mimpi untukku.Pelajaran di awali dengan Bahasa Inggris . Semakin membuat aku merasa kebosanan di dalam kelas ini. Aku hanya duduk terdiam memandangi mereka yang seakan tidak peduli dengan masalah – masalah mereka. Cinta yang mengalahkan aku, menghentikan langkahku untuk mencapai masa depanku.
“Agung!” panggil guru yang sedang mengajar dengan mimik wajah yang menunjukkan kemarahan besar kepadaku.
“ya bu” singkat aku jawab hanya memandangi kertas kosong di hadapanku
“Sekarang tutup pintu dari luar dan cuci muka sana!”
“ya bu”
                Langsung saja aku keluar dari kelas. Sudah kesekian kalinya aku diperintahkan guru untuk keluar sekedar hanya untuk mencuci muka. “Huh..emang muka ku kenapa sih, di cuci terus”. Cukup lama aku menunggu di depan kamar mandi. “Lama banget nih orang, ngapain sih di dalem” gumamku. Akhirnya setelah sekian lama menunggu dia keluar juga.
                “Ngapain sih lama banget ?”
                “haduh, sori bro tadi panggilan alam”
                “ya udah, gantian sini”tanpa memperdulikan balasan ucapannya aku langsung saja masuk ke kamar mandi. “segar juga ternyata”. Tidak lama aku keluar menuju ke ruang kelasku lagi. Dari jauh aku melihat sesosok wanita yang mungkin aku sudah mengenal dia. Iya itu dia pengganti bunga berduri yang ada di vas lamaku dulu. Nampak dia sangat bahagia dengan teman – temannya. Ku dekati dia, dia berikan senyum untukku yang tidak bias ku balas. Hanya tertunduk kaku entah apa yang aku rasakan. Tapi aku tidak ingin menjadi seperti dulu yang hanya menyakiti wanita. Lebih baik aku diam seakan aku tidak melihat semua yang ada di sampingku.
           Cinta – cinta ( awal aku menemukan pengganti ? )
                Tidak lama bel tanda waktu pulang sekolah berbunyi. Masih ingat jelas wajah wanita yang ku temui tadi saat menuju ruang kelas. “siapa dia ?sudahlah nanti pasti bertemu lagi” kataku dalam hati. Hari demi hari terus berjalan. Tidak juga aku bertemu dengan sosok wanita yang kemarin. Aku mulai rindu dengan dia. “Kenapa aku ini, kenapa aku bisa merasakan rindu ini, apa aku cinta?”seperti perang dengan diriku sendiri. Di satu sisi aku tidak ingin lagi merasakan cinta namun satu sisi yaitu di hati ini cinta akan selalu ada dan tidak pernah hilang. Kuperhatikan jendela lurus menghadap tempat wanita yang kemarin sempat bertemu itu duduk. Tidak juga ada sosok dia.
                “Hei bro kenapa ?Galau lagi?” ledek teman sebangku ku yang mengetahui kisah ku dari awal
                “Enggak , kemaren itu aku ketemu cewek” balasku tanda aku mau mulai ceritaku tentang sosok wanita itu
----------------------------- It’s Just a Dream ?! I Don’t Wanna Get Up ! -----------------------------
                “hmm..jadi gitu ya ceritanya.” Jawab dia singkat setelah aku menceritakan panjang lebar. Tampak rasa kasihan dari wajah temanku yang sering menjadi tempat curhat ku. Cerita kami hamper sama sehingga aku dan dia merasakan ada kecocokan. “Udah ini jadinya gimana woy”tanyaku padanya yang kulihat dia mulai melamun. Entah apa yang dia pikirkan.“Udah ah, aku ke kantin dulu aja, di critain malah bengong” sedikit kulihat dia masih saja melamun. Duduk di kantin nomor 7 tempat favorit ku. Menikmati secangkir kopi hangat di temani gorengan sedikit menghilangkan ke rinduanku pada wanita itu.
                “bu pesen nasi goreng satu ya” ku alihkan pandanganku kearah suara tadi. “Akhirnya ketemu juga disini, kemana aja sih . Kangen tau”ucapku dalam hati. Hanya bisa memperhatikan dia saja. Dia tersenyum padaku dan mulai berjalan ke arahku.
“Gila.. ini kenapa dada ku detak kenceng banget..keren oy”
“Santai aja mas, gak usah gugup gitu ekspresinya. Kaya ketemu siapa aja” senyumnya terpancar dari wajahnya yang cantik. Membuat kecantikannya semakin terpancar darinya.
“emm..iyaa”bingung aku ingin membalas apa ucapan dia barusan
“Kemaren yang ketemu di deket ruang 8 ya ?kenalin mas aku Chantika”
“aku Agung” terasa tangannya yang lembut ketika dia menjabat tanganku. Tidak ingin lepas aku rasanya.
“ke kelas dulu ya mas Agung” lambaian tanganya mengarah kepadaku di sertai senyum dari wajahnya semakin membuat aku merasa berada di surga.
Bel tanda istirahat pun terdengar dari kantin itu. Aku pergi dari kantin itu dengan perasaan gembira. Obrolan singkat yang terjadi tadi membuat aku tau namanya. Hanya namanya saja sudah membuat aku senang. Namun entah apa yang terjadi teman sebangku ku, kulihat dari luar masih saja memandangi keluar jendela. Coba aku ikut melihat dari tempat dia . Ternyata dia sedang memandangi seorang gadis yang bersender di lantai 2 sebelah kelasku.
“Woyy..”nampaknya aku berhasil mengagetkan dia
“ah ngapain sih kamu, lagi ada pemandangan keren tuh loh”
“pemandangan apaan ? kamu daritadi perhatiin cewek ko”
“ya itu dia . Itu ciptaan Allah dan menurutku mereka itu ciptaan yang terindah”
“jiah.. mentang – mentang lagi perhatiin cewek sekarang kata – katanya keren nih?” seperti biasa kami berdua sering melontarkan kata – kata sembarangan. Kita berdua emang udah di takdirin jodoh. Cinta yang kita alami sama, kita berdua juga hanya bisa memandang dari jauh tidak berani menyapanya.

To Be Continued … aku tidak tau kapan …

Posting Komentar

0 Komentar